Saya & Om jamaL + VespaNya

KaLau saya Lihat motor Vespa, saya langsung teringat dengan Om jamal saya. Ya, dulu ia memiLiki sebuah Vespa yang slalu menemaninya kemanapun ia berada. Beliau adalah seorang guru Bahasa.Inggris di SMA 1 Tiroang di Kab.Pinrang. Beliau begitu sabar & baik hati. Kenangan naik motor Vespa bersama Beliau itu sekitar 11 tahun yang lalu, saat itu saya & Beliau berboncengan dengan Vespa dari Pinrang menuju Makassar. Waktu itu musim liburan, saudara-saudara & keluarga yang lain sudah berangkat di hari sebelumnya, tapi karna beliau ada urusan & saya tidak ingin naik mobil (waktu itu saya masih mabuk darat, jadi kalau perjalanan jauh, saya lebih memilih naik sepeda motor, tapi tetap di Bonceng. Hehehe...), alhasil saya & beliau berangkat bersama-sama. Kami berangkat di subuh hari, awal perjalanan masih terasa nyaman, apalgi suasana di subuh hari, sejuk & jalanan yang sepi. Beberapa kali kami singgah untuk BAK (buang air kecil). Dan sekaLi singgah di warung untuk makan (waktu itu beliau yang traktir, padahal ibu sudah memesan kalau makan nanti saya yang harus bayar, namanya juga orang numpang harus tahu diri. Tapi beliau dengan sigap membayar & menolak pemberian saya). Berangkat dari  warung, cuaca mulai panas, saya mulai merasa lelah + mengantuk, tapi beliau slalu mengingatkan saya untuk tidak tidur, takutnya nanti saya terjatuh (bentuk perhatiannya). PerjaLanan begitu jauh & lama, bisa di bayangkan kecepatan Vespa sejauh mana, apalagi BeLiau begitu berhati-hati. Dan, setelah setengah hari atau sekitar 7 jam menempuh perjalanan ( padahal jika mengendarai mobil atau motor bebek hanya sekitar 4-5 jam), kami tiba juga di Makassar, tapi setelah tiba di rumah salah satu tante saya, ternyata rumahnya kosong & terkunci, kami menghubungi tante saya lewat wartel dekat rumahnya (waktu itu Beliau & saya belum punya Hp, Hp masih langka), ternyata seluruh keluarga kami berada di Pantai untuk berlibur.Kami pun menuju ke sana, lagi-lagi karna masalah Hp, komunikasi jadi sulit, tidak jelas dimana tepatnya keluaga kami berada (secara pantai itu Luas+rame), kami beruLang kali ke Wartel, masuk lagi ke pantai, ke wartel lagi, ke pantai lagi sampai-sampai saya benar-benar capek tapi alangkah sabarnya Beliau, sedikitpun tidak ada kata-kata mengeluh & marah dari bibirnya, ia trus mencari dengan sabar, seakan-akan kami tidak bertemu karna kesalahannya yang tidak tahu menau tentang tempat/pantai itu. Akhirnya beliau yang terus mondar-mandir mencari, saya menunggu sembari duduk di tempat yang teduh. Saya capek padahal dengan jelas Beliaulah yang paling capek.
Sampai sekitar 2 jam, kami juga tak betemu. Kami putuskan untuk pulang ke rumah & menunggu di sana. Baru kami keluar dari gerbang pantai, terlihat sebuah mobil yang tidak asing, ternyata itu keluarga kami, yang juga sudah mau pulang. Huuufffttt....,ketemu saat sudah mau puLang...? Yach..,jadinya cuman bisa pulang bareng. Sampai di rumah, saya langsung tergeletak lemas di kamar, betis+paha saya jadi kaku (bagi yang pernah di bonceng dengan Vespa pada perjalanan jauh, tahu rasanya). Sedangkan beliau masih sempat duduk di ruang tamu, bercerita dengan gayanya yang santai + bahasanya yang lembut tentang perjalanan kami.
Saat itu, saya KAPOK naik VESPA. Hehehe....
Setelah itu, saya tidak pernah lagi berboncengan memakai Vespa.
Eh..., p
ernah sekali waktu SMA dengan Fandy, saat itu kami pinjam motor Vespanya JamaL, teman sekelas kami juga. Terpaksa karna tidak ada lagi motor Lain, terus ada sesuatu yang harus di urus saat itu juga. Tapi sekaLi itu saja. SeteLahnya tidak pernah lagi.
Ya..,SeLain kapok, juga karna jaman sekarang Vespa menjadi motor yang langka di miliki orang, itupun yang ada hanya orang tua dulu atau para Pecinta Vespa.
Apa
lagi setelah Beliau Meninggal Dunia sekitar 7 tahun yang lalu (Beliau meninggal karna Stroke. Masih teringat pada hari itu, betapa paniknya tante Mia, istri beliau, meminta pertolongn lewat telpon rumah, berkali-kali tante Mia menelpon kami, bapak, tante & om saya bergegas ke rumah Beliau, Beliau sempat di bawa ke RS, tapi TUHAN berkata lain, Beliau pergi setelah sehari sebelumnya untuk terakhir kalinya saya melihatnya, bercanda-canda ria, melihat senyum, wajah  & sikapnya yang begitu tenang. Beliau pergi sesaat setelah ia mengantar anak-anaknya ke sekolah dengan Vespanya. Uch..,begitu sedih kalau mengenang Beliau.
Maap....,S
edikit curhat...) tidak ada lagi keluarga/Om saya yang memakai Vespa, Om yang sederhana, baik hati & begitu sabar.
Jadi RINDU mau naik VESPA lagi. Meski tidak lagi bisa berboncengan dengan BeLiau, dan juga dengan Vespanya karna setelah beliau tiada, tante Mia memutuskan untuk menjual Vespa Beliau. ya...setidaknya bisa melepas rindu dengan VESPA. Ada tidak ya yang mau bonceng saya dengan Vespanya….???

0 Response to "Saya & Om jamaL + VespaNya"

Posting Komentar