TAK ADA KENANGAN INDAH

Hika..hiks..hiks…uwaaaaaaaaa,hiks…hiks…uwaaaaaaaaaaaHika..hiks..hiks…uwaaaaaaaaa,hiks…hiks…uwaaaaaaaaaaaaaaaaaaa….Tangisan Indah tak jua reda, meski malam sudah larut. Aku & Tina hanya bisa diam sembari memberikan tissue yang sudah habis 5 kotak untuk menghapus air matanya itu. Awalnya Aku & Tina sangat sedih & prihatin melihat nasib sahabat kami yang menyedihkan ini.
Ceritanya, Indah yang memang terbilang cengeng ini baru saja putus cinta dengan kekasih hatinya yang sudah 3 bulan merajut cinta bersama. Cowok itu memilih pergi bersama wanita lain, tepatnya dengan mantan pacarnya.
Sangat menyedihkan, Indah sangat shock, & tak berdaya, ia hanya bisa terdiam, pasrah, menangis & menangis sepanjang malam. Hingga 3 bulan berlalu, setelah peristiwa tragis itu terjadi, airmata Indah tak jua habis-habisnya hanya untuk cowok yang dari awalnya memang tak aku sukai. Dan sialnya, kegiatan baru Indah ini ia laksanakan dengan sukses, tiap malam minggu, di mana ia biasa lalui bersama kekasih hatinya itu. Aku & Tina hanya bisa pasrah membuka pintu rumah kami untuknya. Kalian tahu, meski kami begitu menyayangi Indah, tapi untuk kesekian kalinya, untuk sekian lamanya, kami juga muak dengan tingkah konyol Indah, kami merasa jengkel, karna semenjak Indah rutin menangis , Aku & juga Tina, mau tak mau rela menerima predikat jomblo dalam jangka waktu yang lama. Tapi, tunggu dulu…., tak punya pacar bukan lantaran tidak laku atau tidak ada yang mau. Sorry yach…!!! Tapi, semua karna kami tidak punya waktu untuk memikirkan cowok selain cowok brengsek pujaan hati sahabat tercinta kami itu. Tiap hari mengorek informasi, tiap malam minggu Indah ngapelin kami secara bergantian. Uh…, kami capek, bosan, & puncak dari segalanya pada malam ini. Kami  putuskan untuk mengeluarkan unek-unek kami selama ini, kami tak peduli, Indah mau nagis air terjun sampai nagis darah sekalipun, kami tak peduli. Kami  ingin bebas dari ikatan yang menyiksa ini. MERDEKA.
“ Ind, bisa gak sich kamu berhenti nangis. Sayang tuch airmata kamu ngalir terus, sayang mata Indah kamu yang tiap hari bengkak , sayang sama suaramu yang sampai hancur gitu” Aku memulai pembicaraan saat Indah mulai berkonsentrasi untuk meraung-raung tak karuan lagi.
“ Dan sayang sama waktu kamu yang terbuang sia-sia hanya untuk menangis, dan lebih sayang lagi sama waktu kami yang berlalu begitu saja, demi mendengar tangisan kamu yang  gak bermutu sama sekali” sambung Tina dengan judesnya.
“ Kalian kenapa sich, sudah gak sayang lagi ma aku?” Tangisan Indah semakin menjadi-jadi
“Bukannya gitu bu, justru kita ini sayang banget sama kamu, kita tuch gak tega ngeliat kamu seperti ini. Come on girl, kamu jangan lembek gini dong” Aku mencoba menenangkannya.
“ Kita ngerti kok, kamu nangis karna sedih dia ninggalin kamu. Ok, itu wajar. Tapi guys, ini sudah bulan ke berapa? Gak segitunya lamanya kali kamu menyiksa diri” Tina mulai berapi-api.
“ Kita juga tahu kamu sayang sama dia,cuman kita heran, kok kamu bisa segitu sayangnya sama dia, istimewanya dia apa? Apa yang dia ngasih ke kamu sampai gila seperti ini” Aku dah gak sabaran untuk slalu mengulang-ulang kata-kataku, mengingatkannya, menasehatinya tiap harinya.
“ Cinta” Jawabnya mantap untuk kesekian kalinya.
“ Gak ada cinta yang menyakiti. Dengar yach, kamu itu hanya menikmati perasaan kamu sendiri, kamu bahagia karna cinta kamu sendiri yang tanpa kamu sadari karna sayang bahagianya, dia mempermainkan kamu, manfaatin kamu dengan perasaan kamu itu” Tina juga udah gak sabar lagi menasehatinya untuk kesekian kalinya.
“ Maksudnya?” Tanya Indah dengan tersedu-sedu
“ Gini bu, selama ini yang kami lihat, kaumu berkorban habis-habisan untuk dia, bukannya nyalahin kamu, tapi selama ini itu sudah di luar batas. Masalahnya, pernah gak dia datang ke rumah kamu, hujan-hujanan, basah kuyup, berdiri depan rumah kamu, nunggu sampai kamu keluar untuk maafin dia atas kesalahan yang ia buat?  Gak pernah ‘kan?. Yang ada itu kamu yang ngelakuin itu, meski nyatanya ia yang salah.
“ Pernah gak dia sms atau nelpon kamu,  sekedar ngucapin selamat pagi, bangunin kamu, nyuruh ke kampus? Gak pernah ‘kan?. Yang ada itu, malah kamu di ajak bolos.’
“ Dan satu lagi, pernah gak dia gak marah kalau kamu telat, 5 menit saja saat janjian ketemuan? Gak pernah ‘kan?  Justru kamu di bentaknya sampai nangis.”
Aku dan Tina silih berganti mengeluarkan unek-unek, kesabaran kami sudah hilang, dan Indah hanya bisa mendengar semuanya. Sekarang giliran dia menjadi pendengar sejati.
“ Ind, kamu sadar gak sih, kalau selama ini kamu gak punya cerita & kenangan indah bersamanya yang patut kamu kenang, tangisi & sesali karna berlalu begitu cepat.”
“Dan asal kamu tahu, mantan kamu itu gak pernah merasa punya cerita & kenangan indah sama kamu. “ Aku  ngelanjutin ceramahku.
“ Kamu tahu dari mana?”
“ Pasang kuping baik-baik. Jika seseorang merasa punya kenangan indah bersama kita, meski dah berpisah lama, meski dia jauh, entah dimana, dia bakalan terus mengingat kita, bakalan susah melupakn kita. Dan percaya atau tidak, kenangan itu bisa membawa dia kembali sama kita. Tapi, kenyataannya, mantan kamu itu, dengan sekejap saja ngelupain kamu, nyebut nama kamu aja dia ogah. Karna selama ini dia menganggap hari-hari yang kalian lalui, sekedar hari-hari biasa yang memang harus kalian lalui, bersama atau tidak bersamamu, dia gak peduli.”
“ Dan dia lebih memilih kembali bersama mantan pacarnya, karna dia merasa punya kenangan indah bersama mantannya itu. Dan cintamu kalah oleh kenangan itu.’
Aha, Indah & Tina terkesima mendengar kata-kata mutiaraku. Aku juga heran, bias-bisanya kata-kata itu keluar dariku. Indah terdiam & menghapus airmatanya.
Hinnga pada malam berikutnya, setelah merenungkan semuanya, Indah akhirnya angkat bicara.
“ Makasih yach, sudah membuka hati aku yang selama ini tertutup rapat oleh cinta konyolku. Sekarang aku bisa menerima, kalau dia gak pantas untuk aku cintai, & gak pantas nerima cintaku.. karna aku sadar, dia gak pernah cinta sama aku & gak pernah memberi kenangan indah dalam hidupku.”
Kali ini Aku & Tina yang terkesima mendengar perkataan sahabat kami, yang memang baru pertama kalinya ngerasain jatuh cinta bonus sakit hati. Kami pun tersenyum lega & Indah tersenyum bahagia. Kami berpelukan, erat sekali, sampai aku gak bisa bernapas. Uhuk..uhuk..


aaaaaaaa….
Tangisan Indah tak jua reda, meski malam sudah larut. Aku & Tina hanya bisa diam sembari memberikan tissue yang sudah habis 5 kotak untuk menghapus air matanya itu. Awalnya Aku & Tina sangat sedih & prihatin melihat nasib sahabat kami yang menyedihkan ini.
Ceritanya, Indah yang memang terbilang cengeng ini baru saja putus cinta dengan kekasih hatinya yang sudah 3 bulan merajut cinta bersama. Cowok itu memilih pergi bersama wanita lain, tepatnya dengan mantan pacarnya. Sangat menyedihkan, Indah sangat shock, & tak berdaya, ia hanya bisa terdiam, pasrah, menangis & menangis sepanjang malam. Hingga 3 bulan berlalu, setelah peristiwa tragis itu terjadi, airmata Indah tak jua habis-habisnya hanya untuk cowok yang dari awalnya memang tak aku sukai. Dan sialnya, kegiatan baru Indah ini ia laksanakan dengan sukses, tiap malam minggu, di mana ia biasa lalui bersama kekasih hatinya itu. Aku & Tina hanya bisa pasrah membuka pintu rumah kami untuknya. Kalian tahu, meski kami begitu menyayangi Indah, tapi untuk kesekian kalinya, untuk sekian lamanya, kami juga muak dengan tingkah konyol Indah, kami merasa jengkel, karna semenjak Indah rutin menangis , Aku & juga Tina, mau tak mau rela menerima predikat jomblo dalam jangka waktu yang lama. Tapi, tunggu dulu…., tak punya pacar bukan lantaran tidak laku atau tidak ada yang mau. Sorry yach…!!! Tapi, semua karna kami tidak punya waktu untuk memikirkan cowok selain cowok brengsek pujaan hati sahabat tercinta kami itu. Tiap hari mengorek informasi, tiap malam minggu Indah ngapelin kami secara bergantian. Uh…, kami capek, bosan, & puncak dari segalanya pada malam ini. Kami  putuskan untuk mengeluarkan unek-unek kami selama ini, kami tak peduli, Indah mau nagis air terjun sampai nagis darah sekalipun, kami tak peduli. Kami  ingin bebas dari ikatan yang menyiksa ini. MERDEKA.
“ Ind, bisa gak sich kamu berhenti nangis. Sayang tuch airmata kamu ngalir terus, sayang mata Indah kamu yang tiap hari bengkak , sayang sama suaramu yang sampai hancur gitu” Aku memulai pembicaraan saat Indah mulai berkonsentrasi untuk meraung-raung tak karuan lagi.
“ Dan sayang sama waktu kamu yang terbuang sia-sia hanya untuk menangis, dan lebih sayang lagi sama waktu kami yang berlalu begitu saja, demi mendengar tangisan kamu yang  gak bermutu sama sekali” sambung Tina dengan judesnya.
“ Kalian kenapa sich, sudah gak sayang lagi ma aku?” Tangisan Indah semakin menjadi-jadi
“Bukannya gitu bu, justru kita ini sayang banget sama kamu, kita tuch gak tega ngeliat kamu seperti ini. Come on girl, kamu jangan lembek gini dong” Aku mencoba menenangkannya.
“ Kita ngerti kok, kamu nangis karna sedih dia ninggalin kamu. Ok, itu wajar. Tapi guys, ini sudah bulan ke berapa? Gak segitunya lamanya kali kamu menyiksa diri” Tina mulai berapi-api.
“ Kita juga tahu kamu sayang sama dia,cuman kita heran, kok kamu bisa segitu sayangnya sama dia, istimewanya dia apa? Apa yang dia ngasih ke kamu sampai gila seperti ini” Aku dah gak sabaran untuk slalu mengulang-ulang kata-kataku, mengingatkannya, menasehatinya tiap harinya.
“ Cinta” Jawabnya mantap untuk kesekian kalinya.
“ Gak ada cinta yang menyakiti. Dengar yach, kamu itu hanya menikmati perasaan kamu sendiri, kamu bahagia karna cinta kamu sendiri yang tanpa kamu sadari karna sayang bahagianya, dia mempermainkan kamu, manfaatin kamu dengan perasaan kamu itu” Tina juga udah gak sabar lagi menasehatinya untuk kesekian kalinya.
“ Maksudnya?” Tanya Indah dengan tersedu-sedu
“ Gini bu, selama ini yang kami lihat, kaumu berkorban habis-habisan untuk dia, bukannya nyalahin kamu, tapi selama ini itu sudah di luar batas. Masalahnya, pernah gak dia datang ke rumah kamu, hujan-hujanan, basah kuyup, berdiri depan rumah kamu, nunggu sampai kamu keluar untuk maafin dia atas kesalahan yang ia buat?  Gak pernah ‘kan?. Yang ada itu kamu yang ngelakuin itu, meski nyatanya ia yang salah.
“ Pernah gak dia sms atau nelpon kamu,  sekedar ngucapin selamat pagi, bangunin kamu, nyuruh ke kampus? Gak pernah ‘kan?. Yang ada itu, malah kamu di ajak bolos.’
“ Dan satu lagi, pernah gak dia gak marah kalau kamu telat, 5 menit saja saat janjian ketemuan? Gak pernah ‘kan?  Justru kamu di bentaknya sampai nangis.”
Aku dan Tina silih berganti mengeluarkan unek-unek, kesabaran kami sudah hilang, dan Indah hanya bisa mendengar semuanya. Sekarang giliran dia menjadi pendengar sejati.
“ Ind, kamu sadar gak sih, kalau selama ini kamu gak punya cerita & kenangan indah bersamanya yang patut kamu kenang, tangisi & sesali karna berlalu begitu cepat.”
“Dan asal kamu tahu, mantan kamu itu gak pernah merasa punya cerita & kenangan indah sama kamu. “ Aku  ngelanjutin ceramahku.
“ Kamu tahu dari mana?”
“ Pasang kuping baik-baik. Jika seseorang merasa punya kenangan indah bersama kita, meski dah berpisah lama, meski dia jauh, entah dimana, dia bakalan terus mengingat kita, bakalan susah melupakn kita. Dan percaya atau tidak, kenangan itu bisa membawa dia kembali sama kita. Tapi, kenyataannya, mantan kamu itu, dengan sekejap saja ngelupain kamu, nyebut nama kamu aja dia ogah. Karna selama ini dia menganggap hari-hari yang kalian lalui, sekedar hari-hari biasa yang memang harus kalian lalui, bersama atau tidak bersamamu, dia gak peduli.”
“ Dan dia lebih memilih kembali bersama mantan pacarnya, karna dia merasa punya kenangan indah bersama mantannya itu. Dan cintamu kalah oleh kenangan itu.’
Aha, Indah & Tina terkesima mendengar kata-kata mutiaraku. Aku juga heran, bias-bisanya kata-kata itu keluar dariku. Indah terdiam & menghapus airmatanya.
Hinnga pada malam berikutnya, setelah merenungkan semuanya, Indah akhirnya angkat bicara.
“ Makasih yach, sudah membuka hati aku yang selama ini tertutup rapat oleh cinta konyolku. Sekarang aku bisa menerima, kalau dia gak pantas untuk aku cintai, & gak pantas nerima cintaku.. karna aku sadar, dia gak pernah cinta sama aku & gak pernah memberi kenangan indah dalam hidupku.”
Kali ini Aku & Tina yang terkesima mendengar perkataan sahabat kami, yang memang baru pertama kalinya ngerasain jatuh cinta bonus sakit hati. Kami pun tersenyum lega & Indah tersenyum bahagia. Kami berpelukan, erat sekali, sampai aku gak bisa bernapas. Uhuk..uhuk..


0 Response to "TAK ADA KENANGAN INDAH"

Posting Komentar